Pamit – Hujan Pun…

Benar atau salah hanyalah sudut pandang terkadang menurut kita benar belum tentu benar menurut orang lain pun sebaliknya menurut kita salah belum tentu salah menurut orang lain.

Hari kepergianku pun tiba, dengan ragu ku langkahkan kakiku untuk bergegas pergi menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pakde-ku mengantarkan ku dengan mobil dari Kota Bogor menuju Stasiun Pasar Senen.

Aku memilih untuk berangkat lebih awal karena aku tidak ingin menyusahkan diriku jika aku terlambat dan tertinggal kereta. Aku naik kereta Gaya Baru Malam Selatan kelas Ekonomi dengan tujuan Pasar Senen (PSE) – Lempuyangan (LPN) jam keberangkatan pukul 13.15. Sebelum berangkat menuju stasiun aku meminta Pakde-ku untuk mampir terlebih dahulu ke tempat kerja Ara di Sejenak Kopi.

Ada hadiah kecil yang belum sempat aku berikan, sebenarnya aku ingin memberikannya kemarin namun hadiah tersebut tertinggal diatas meja belajarku.

“Al, Ara-nya ada?” tanyaku kepada Al teman kerja Ara
“Hari ini dia mengambil cuti selama seminggu.”
“Hah, lu serius?”
“Iya ben, dia ga cerita ke lu?”
“Engga al”
“Eh al, lu tahu ga dia cuti apa?”
“Engga ben”
“Wah yaudah al, sekalian gw pamit ya al”
“Iya ben, hati-hati dijalan ben”

Aneh sekali biasanya Ara selalu cerita kepadaku, tapi ini ko dia menghilang tanpa kabar.
Ra, kenapa? ada apa? kenapa sungguh berat melepasmu? padahal kita ini hanya teman tidak lebih.
Terimakasih untuk hari kemarin dan hari-hari sebelumnya.

Jalanan hari ini lancar tidak ada halangan berarti, aku pun sampai 1 jam sebelum keberangkatan. Bergegas aku cetak tiket elektronik-ku dengan tiket kertas di mesin pencetakan tiket. Aku apresiasi inovasi PT. Kerta Api Indonesia (KAI), kini segalanya sudah lebih mudah dari proses pencarian tiket, ubah jadwal bahkan proses refund atau pembatalan tiket pun bisa kita lakukan melalui aplikasi. Kini kita bisa memesan tiket dari jauh-jauh hari tanpa perlu antre dengan panjang dan tak jarang kehabisan tiket ketika sudah antre lama. Sistem pencetakan tiket pun dilakukan secara mandiri atau self service, tidak hanya secara administrasi akan tetapi pelayanan ketika kita diperjalanan pun menjadi nyaman karena tidak ada pedagang asongan yang berjualan dikereta.

Aku sangat suka kelas Ekonomi karena aku suka berinteraksi dengan banyak orang, terlebih orang yang lebih tua dariku. Aku suka mendengarkan mereka ketika bercerita tentang keluarganya pekerjaannya bahkan pengalaman hidupnya. Ada banyak hal yang bisa kupelajari disetiap perjalanan, hal itu yang membuat perjalanan menjadi ringkas dan tidak terasa sudah mencapai tujuan.

“Sudah saatnya pergi” ucapku lirih seraya menghubuskan nafas yang berat

“Mengapa orang terburu-buru untuk masuk? Bukankah kita sudah pasti akan mendapatkan tempat duduk sesuai dengan yang tertera di tiket ini?” Tanyaku dalam hati

Setelah antrian aga sepi aku pun masuk ke pos pemeriksaan untuk memvalidasi tiket dan identitasku, hal ini sebagai bentuk pencegahan pencaloan tiket jadi tiket yang berlaku harus sesuai dengan identitas.

Ku telusuri gerbong kereta untuk mencari tempat duduk-ku namun langkahku terhenti ketika aku melihat seseorang yang tidak asing dalam hidupku.

“Ara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.