Awal Petualangan – Hujan Pun…

Ku telusuri gerbong kereta untuk mencari tempat duduk-ku namun langkahku terhenti ketika aku melihat seseorang yang tidak asing dalam hidupku.

“Ara”
“Ben”
“Bagaimana bisa kamu berada disini?”
“Aku menghitung probabilitas atas kemungkinan terjadi untuk dapat bertemu denganmu dengan menghitung jumlah peluang berdasarkan berapa banyak kemungkinan-kemungkinan terjadi dengan mengabaikan variable lain.”
“Hah? Aku tidak paham ra”
“Hahaha lucu banget si kamu ben, seminggu yang lalu kan kamu sudah menunjukan tiketmu”
“IH RA KENAPA KAMU JELASIN STATISTIKA!!!”

Aku tidak sadar ternyata aku mengganggu penumpang lain yang ingin mencari tempat duduknya didalam gerbong. hingga akhirnya aku ditegur oleh salah satu orang penumpang.
“Permisi mas tolong jangan mengganggu jalan, lihat dibelakang antrian menumpuk karena mas berhenti dan ngobrol ditengah jalan!”
“Maaf pak, silahkan lewat ..”

“Ben, sini duduk disebelahku, sengaja aku memesan tempat duduk berdekatan denganmu.”
“Baik ra”

Aku masih tidak menyangka bagaimana bisa Ara kini tepat ada disebelahku dan menemani perjalanan panjangku menuju Jogja? Aku ingin bertanya tapi sepertinya dia lelah, aku bisa melihat dari raut wajahnya yang sangat lelah, sepertinya ia berangkat sendiri menggunakan KRL dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Pasar Senen.

Kereta pun melaju cepat, awal petualangan pun dimulai. Entah apa kejutan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Tugasku hanyalah bersiap, bersiap untuk menghadapi apapun yang terjadi.

Dengan pulasnya Ara tertidur bersandar di pundakku, dengan suara dengkuran kecil yang menandakan bahwa ia sangat lelah selama satu harian ini. Entah kenapa setiap wanita tertidur kita bisa melihat keindahannya berkali-kali lipat, apakah kamu setuju dengan hal itu? Dengan riasan sederhana yang mulai pudar akibat keringatnya, kecantikan ara tidak berkurang sama sekali dengan wajah natural itu pun semakin lama aku sadar bahwa aku telah mengaguminya.

“hoaaammm”
“pules banget bu tidurnya HAHAHA”
lucu banget ketika Ara bangun tidur, seperti kucing yang menguap dan mengusap kedua matanya yang aku yakin ada belek di sana”
“aku ngorok ya ben?”
“Iya ra hahaha pelan ko”
“Syukurlah hahaha”
“Jadi …”
“Laper”
“Kebiasaan kan aku ngomong dipotong mulu”
“Kue?”
“Kepalamu”
“IH…”
“Jadi apa alasanmu ke Jogja ra?”
“Aku ingin mencari fakta tentang kematian ayahku, ada banyak kejanggalan yang terjadi.
Dan satu-satunya kota yang akan mengawali pencarianku adalah Jogja, aku ingin bertemu dengan sahabat dekat ayahku, Pak Bram dia satu divisi dengan ayahku.”
“Kamu sudah punya rencana ra?”
“Tentu”
“Tentu sudah?”
“Tentu belumlah”
“HAH”
“Kenapa? Justru ini akan menjadi awal petualangan kita ben!”
“KITA?”
“OH JADI KAMU GAMU BEN” dengan tatapan seramnya melotot sambil mencubit aku
“AH SAKIT SAKIT RAAA GAUSAH CUBIT NANTI MERAHHH!!”
“Yah udah merah hehe”
“ARA!!!”

Dia pun pura-pura tertidur karena tidak ingin melanjutkan perdebatan yang sangat tidak penting itu hahaha sepertinya tempat duduk kita yang paling berisik.

“Pacarnya ya mas?” Tanya pemuda yang ada dihadapanku
“Engga mas, ini teman saya”
“Maaf mas kirain saya dia pacar mas hehe”
“Cocok ya mas?”
“Iya mas”
“Doakan saja mas hahaha”
“Aamiin, mas-nya mau kemana?”
“Ini saya mau ke Jogja mas, sampean mau kemana mas?”
“Wah satu arah kita, saya juga mau ke Jogja mas”
“Kerja atau kuliah mas disana?”
“Saya kerja mas disana, kalau masnya?”
“Saya mau kuliah mas, mas-nya kerja dimana?”
“Di PT. Nusa Bangsa, yang bergerak dibidang pertambangan.”
“Loh berarti sama dengan tempat kerja ayahnya Ara sebelumnya”
“Wah, serius mas? pantas saja saya tidak asing dengan nama yang disebutkan tadi. Siapa namanya? Pak Bram ya?”
“Iya mas, apakah mas-nya kenal dengan pak Bram dari perusahaan tersebut?”
“Saya hanya tahu mas, tidak terlalu kenal mungkin ini saya bisa kasih kontak Pak Candra untuk bisa berkomunikasi dengan Pak Bram”
“Wah mas terimakasih banyak!”

Semesta baik ya, hanya sedikit peluang terjadi hal ini. Ara datang tanpa rencana, tapi diperjalanannya ia seperti ditunjukan kemana ia harus melangkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.